Polisi Tembakkan Senjata Kejut Listrik ke Seorang Nenek di AS

Polisi Tembakkan Senjata Kejut Listrik ke Seorang Nenek di AS – Seseorang polisi di Amerika Serikat (AS) menembakkan senjata kejut listrik ke seseorang nenek berumur 87 tahun. Gara-garanya, nenek itu membawa pisau saat berkebun di dekat tempat tinggalnya di Georgia.

Jumat (17/8/2018), insiden bermula waktu nenek bernama Martha Al-Bishara (87) yang tidak dapat berbahasa Inggris ini, memakai sebilah pisau untuk memotong dandelion di dekat tempat tinggalnya pada Jumat (16/8) waktu ditempat.

Kegiatan memotong dandelion itu dikerjakan nenek Bishara dalam suatu club pemuda di dekat tempat tinggalnya. Seseorang pekerja club itu menelepon 911 sesudah lihat kehadiran nenek Bishara dengan pisaunya.

Polisi ditempat yang mendatangi tempat, merasakan nenek Bishara masih tetap memegang pisau. Mereka memohon sang nenek menjatuhkan pisaunya. Akan tetapi instruksi itu tidak dipatuhi sang nenek. Polisi lalu memakai senjata kejut listrik atau taser pada nenek Bishara. Bukan sekedar ditembak dengan taser, sang nenek juga diborgol.

“Itu adalah pemakaian kekerasan paling rendah yang dapat kami kerjakan untuk hentikan ancaman waktu itu,” kata Kepala Kepolisian Chatsworth, Josh Etheridge, pada media ditempat.

Menyikapi insiden ini, cucu nenek Bishara, Martha Douhe, menjelaskan jika sang nenek menduga ‘dirinya terserang tembakan sungguhan’.

“Kami belum pernah benar-benar memberitahunya masalah senjata kejut listrik atau Taser, serta dia juga tidak paham apakah itu,” kata Martha Douhe, sambil menyebutkan neneknya alami masalah tidur serta takut keluar rumah selesai insiden itu.

Dalam pengakuannya, kepala kepolisian ditempat, Etheridge, bersikukuh jika nenek Bishara waktu itu punya potensi memberi ancaman hingga dibetulkan untuk memakai Taser.

“Seseorang nenek berumur 87 tahun dengan sebilah pisau masih tetap mempunyai potensi untuk melukai seseorang polisi,” ucap Etheridge. “Kami berupaya berkomunikasi dengannya, memberitahunya untuk menjatuhkan pisau … Kami tidak paham apa dia tidak mengerti kami atau dia mempunyai seperti kesusahan,” paparnya.

Walau demikian, lanjut Etheridge, pihaknya masih akan lakukan pengkajian pada insiden ini.