Korban Pembobolan Diancam Akan Diperkosa Bila Melawan

Korban Pembobolan Diancam Akan Diperkosa Bila Melawan – Satu orang pemuda pengangguran asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) bernama Apriansyah (23) ditembak polisi. Apriansyah rupanya menentang disaat ingin diamankan sampai polisi tembak kaki kirinya.

” Pemeran ini diamankan atas perkara jebol rumah saat lalu, korbannya pernah diancam sajam (senjata tajam) , ” kata Kepala Sub Direktorat III Kejahatan serta Kekerasan (Subdit III Jatanras) Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariadi kala dijumpai wartawan di kantornya, Rabu (26/6/2019) .

Penangkapan Apriansyah itu berlangsung pada Senin, 24 Juni 2019, pada waktu 22. 30 WIB oleh Unit Subdit I Jatanras Polda Sumsel. Dan perbuatan pembobolan yg dilaksanakan Apriansyah itu berlangsung pada Februari 2019 di Sungki, Kertapati, Palembang.

Kala berlaga Apriansyah bekerja sama-sama dengan satu orang mitranya, namun mitranya itu hingga sekarang masih buron. Polisi mengatakan Apriansyah mengetahui korban atas nama Desi (20) yg huniannya dibobol itu. Pengakuan polisi itu diamini Desi yang datang di kantor polisi.

” Pemeran serta korban sama sama tahu. Pemeran berlaga kala suami korban tak berada pada rumah. Korban berbarengan kakak iparnya, ” kata Yudhi.

” Ini kawan sekolah, kerap main pun ke rumah. Kala itu (kala berlaga) ia gunakan penutup muka, saya dengar jelas nada Ian, ” sambung Desi pada tempat yg sama.

Apriansyah di panggil Desi dengan istilah Ian. Desi pun mengakui ketika peristiwa Ian pernah memberikan pisau serta mengintimidasi memperkosanya.

” Ian masuk melalui pintu depan, dua orang masuk dengan jebol rumah kami. Saya saja pernah pengin diperkosa, ” kata Desi.

” Kakak ipar saya pernah ditarik masuk kamar mandi lantaran pengin membuka cincin. Pemeran pengin cincin dilepaskan gunakan sabun, keseluruhan kerugian lebih kurang Rp 6 juta-an, ” tambah Desi.

Atas tingkah lakunya, Apriansyah saat ini mesti mendekam di sel tahanan Polda Sumsel. Dia dijaring Clausal 365 KUHP serta ultimatum 15 tahun penjara.