Komnas Perempuan Aceh Masih Tak Setuju Dengan Adanya Poligami

Komnas Perempuan Aceh Masih Tak Setuju Dengan Adanya Poligami – Pemerintah Propinsi serta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tengah menggodok perancangan Qanun (Perda) Hukum Keluarga yang salah satunya babnya mengkaji poligami. Komnas Wanita memandang perancangan Qanun itu cuma memprioritaskan syahwat.

” Prihatin, ekspresi metode pandang patriarkis, cuma memprioritaskan syahwat, tak memperlakukan wanita dengan hormat. Data Komnas Wanita dari pengaduan yang sekian lama ini masuk : wanita serta anak korban paling menanggung derita dari praktik poligami, ” kata Komisioner Komnas Wanita Adriana Venny pada wartawan, Minggu (7/7/2019) .

Diluar itu, Adriana menuturkan kalau faksinya pun memandang poligami terhitung bentuk kekerasan pada wanita serta anak. Karena itu, menurut dia, poligami harusnya dilarang.

” Untuk Komnas Wanita, poligami sebagai bentuk kekerasan pada wanita & anak. Praktik ini harus dilarang, sama perihalnya di banyak negara sebagian besar muslim, melarang praktik poligami, ” katanya.

” Ya satu faksi saja diuntungkan, biar lelaki dapat menyenangkan birahinya pada lebih dari satu wanita. Pertanyaan apa bisa wanita berpoligami? ” paparnya.

Diketahui, Pemerintah Propinsi serta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tengah menggodok perancangan Qanun Hukum Keluarga yang salah satunya babnya mengkaji poligami. Salah satunya faktor poligami mau dirapikan dalam qanun merupakan ramainya praktik nikah siri yang berlangsung kalau pria mau menikah .

Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh Musannif menuturkan poligami pada prinsipnya diijinkan sama dengan hukum dalam agama Islam serta udah dirapikan dalam Alquran. Tetapi sekian lama ini banyak orang-orang menikah dengan wanita lewat cara siri atau mungkin tidak tertulis oleh negara hingga pertanggungjawaban pada istri serta anak dari nikah siri itu dapat menjadi tak jelas.

” Sekian lama ini kan sebab diijinkan oleh hukum Islam, meriah berlangsung kawin siri yang kita ketahui. Karena itu dengan meriah berlangsungnya kawin siri ini pertanggungjawaban pada Tuhan atau anak yang dilahirkan ini kan lemah, ” kata Musannif, Sabtu (6/7) .