Kejari Ponorogo Tahan Tersangka Korupsi Benih Kedelai 160 Ton

Kejari Ponorogo Tahan Tersangka Korupsi Benih Kedelai 160 Ton – Kejari Ponorogo membendung WK, terduga perkara korupsi penyedia benih kedelai buat 72 group tani di Ponorogo. Dikira nilai korupsi WK sebesar Rp 1, 3 M.

” Ada dana pemberian dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Propinsi Ja-tim diperuntukan buat 72 group tani (poktan) . Semasing poktan bisa dana buat beli benih kedelai, pupuk serta media produksi (saprodi) . WK menekankan petani apabila dirinya sendiri orang Kementerian, bahkan juga ikhlas mengongkosi petani kala pengenalan biar mereka yakin. Terduga lantas di ambil jadi pihak vendor oleh Kementerian. Melalui Dinas Pertanian Ja-tim dia dikucuri dana sebesar Rp 3, 9 M, ” kata Kepala Kejari Ponorogo Hilman Azazi di kantornya Jalan MT Haryono, Jumat (16/11/2018) .

Tetapi oleh WK, benih cuma di kirim 58 ton dari keseluruhan 160 ton. Tidak hanya itu, WK pun udah berkirim saprodi seperti pupuk serta pestisida. Tetapi benih kedelainya pun belum juga di kirim.

” Walaupun sebenarnya ini program pemerintah buat pelebaran tanaman kedelai, walaupun di kirim obatnya namun bila tanamannya gak ada kan buang waktu, ” tandas ia.

Saat ini, WK ditahan kejari lantaran dikira kurang kooperatif juga udah menyimpan 2 alat bukti jadi pemberat. Pertama, banyak ketidakpasan yg diketemukan seperti kuitansi bukti pembayaran yg tak dapat ia berikan. Ke dua, kala pemanggilan WK, yg terkait udah 3 kali mangkir.

” Moment ini udah ada tindak pidananya lantaran menyalahi perjanjian, kami tahan buat membuat jadi lebih mudah proses penyelidikan. Lantaran WK ini kurang kooperatif, ” jelas ia.

Dikarenakan, WK didapati terima saluran dana sebesar Rp 3 M dengan cara kontinyu dari Kementerian Pertanian. Mulai Januari-Maret 2018. Dari uang itu selayaknya WK bekerja jadi penyedia kepentingan petani, dimulai dari benih, pupuk serta saprodi yang lain.

Tetapi sampai batas waktu yg ditetapkan tak ada kiriman barang yg di sebutkan dari perjanjian.

” Dana itu diambil dari Aturan Penerimaan serta Berbelanja Negara Pergantian (APBN-P) 2017 serta pencairannya tahun 2018. Kita tidak mengerti bagaimana dana itu dapat mengalir ke rekening pribadi terduga, ” katanya.

Akhirnya, WK sepanjang 20 hari ke depan ditahan dengan sangkaan clausal 2 serta clausal 3 UU No 31 terkait pidana korupsi.

” Kelak peningkatan seterusnya, saya beri tahu kembali, ” tegasnya.