Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Bandar Sabu Ajukan Banding Terlait Hukuman Mati

Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Bandar Sabu Ajukan Banding Terlait Hukuman MatiĀ  – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menyikapi usaha banding atas vonis mati bandar sabu jaringan Sumsel-Surabaya. Kajati Sumsel, Ali Mukartono menyebutkan itu angan-angan mereka.

“Bab mereka ajukan banding tentu kita bikin kontra ingatan banding di perkara itu. Kami terima kasih pada tiga hakim Pengadilan Palembang,” kata Ali Mukartono dijumpai di Palembang, Senin (18/2/2019).

Tidak cuma ingatan banding, Ali menilainya usaha banding yaitu angan-angan untuk JPU. Berarti, beberapa terdakwa terasa keberatan dengan tuntutan serta vonis berat majelis.

“Kalaupun mereka banding, berartikan tdk terima. Ya Itu bagus, itu angan-angan semua. Ditambah lagi waktu ini ada 6 ribu tindak pidana narkoba yg kami tangani, tentu ini pelajaran berbarengan,” ujarnya.

Jadi tindak tegas, JPU lantas tengah proses sidang buat perkara TPPU Letto cs. Bahkan juga ada asset miliaran yg saat ini akan diambil oleh negara hadil transaksi barang haram itu.

“TPPU saat ini tengah proses sidang. kami harap ini diputus sama seperti tuntutan JPU. Walau mereka telah dipindahkan ke lapas pribadi narkoba di daerah saya pikir gak ada permasalahan,” kata Ali.

“Kami telah meminta petugas menunjang mengamankan beberapa terdakwa sepanjang proses sidang. Jadi tak jadi masalah kalaupun cuma buat didatangkan ke persidangan,” tutupnya.

Buat didapati, sembilan orang bandar sabu asal Surabaya, Jawa Timur, Letto cs, divonis hukuman mati oleh hakim PN Palembang. Majelis menilainya Letto cs dapat dibuktikan jadi bandar narkoba 9 kg lintas propinsi.

Sidang mereka dihelat di PN Palembang, Kamis (7/2/2019). Sidang di pimpin oleh tiga hakim, yaitu Efrata Tarigan, Ahmad Suhel, serta Yunus, yg dihelat dengan cara bergantian mengingat berkas putusan dibacakan terpisah sepanjang 6,5 jam mulai jam 15.30 WIB hingga sampai 21.00 WIB.

Kecuali sabu 9 kg lebih, dari jaringan ini ikut ditangkap 8 unit mobil serta 6 unit sepeda motor Kawasaki Ninja 250 cc, motor Kawasaki KLX, serta buku rekening berisi lebih dari Rp 5 miliar.

Selesai dengar putusan vonis mati, tujuh dari sembilan orang bandar sah ajukan permintaan banding atas vonis hakim. Mengenai ke tujuh terdakwa yg banding yakni Letto, Fandika, Trinil, Hasan, Faiz, Andik serta Candra.