Keinginan Tommy Soeharto Untuk Kembalikan Kejayaan Pertanian Dan Peternakan

Keinginan Tommy Soeharto Untuk Kembalikan Kejayaan Pertanian Dan Peternakan – Hutomo Mandala Putra atau lebih diketahui Tommy Soeharto pingin kembalikan kembali kejayaan pertanian serta peternakan di Indonesia dengan gunakan ide ekonomi kerakyatan serta mengoptimalkan Dana Desa yang dialirkan Pemerintah Pusat.

“Sampai kini Dana Desa lebih pada insfrastruktur serta kedepannya semestinya dikhususkan pada revitalisasi pertanian serta peternakan sebab negara kita ini merupakan negara agraria,” ujarnya kala bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Ja-bar pada Minggu (24/3).

Dia juga telah punya ide dengan menggandeng pakar pertanian serta peternakan dan sistim ini udah sukses. Seperti hasil produksi beras yang awalannya cuma 7 ton jadi 10 ton tiap-tiap hektarenya, lalu untuk peternakan dengan memercepat perkembangan berat sapi yang sehari-harinya naik satu kg hingga sesudah usianya 1 tahun beratnya capai 365 kg.

Sebetulnya untuk peternakan serta pertanian yang telah dilakukan oleh orang akan tetapi sayangnya tdk dikendalikan dengan cara terpadu. Karena itu, pihaknya akan menyediakan tenaga pakar serta kader dari partai yang dipimpinnya untuk lakukan pembinaan dengan cara terpadu pada orang utamanya peternak atau petani.

Dalam pengembangannya tentu saja searah dengan kearifan lokal tiap-tiap daerah hingga dapat dijalankan lebih baik. Dia juga memberi contoh sampai kini sapi dibiarkan atau dilepaskan demikian saja oleh peternak hingga pertumbuhannya kurang baik.

Kunci kemajuan dalam ternak sapi ini merupakan pakan serta pemeliharaan, hingga pihaknya juga akan memberikannya kursus mengolah pakan sapi yang bukan hanya memercayakan rerumputan saja, akan tetapi memakai jerami yang lewat proses fermentasi terlebih dulu.

“Ide penambahan mutu pertanian serta peternakan ini telah diujicobakan serta sukses. Kalau semuanya peternak serta petani dapat mirip ini karena itu kami meyakini akan tidak import kembali utamanya daging sapi yang memang untuk persediaan nasional tetap kurang,” imbuhnya.

Tommy menuturkan Dana Desa yang diberikan pemerintah sekarang ini mesti di ubah konsepnya yang semestinya untuk lebih pada pemberdayaan orang. Satu diantaranya dapat diperlukan untuk taruh pinjam hingga dananya itu berputar-putar di desa.

Tidak hanya itu, mulai sejak Reformasi sampai sekarang ini spesial bagian peternakan serta pertanian belumlah ada sistim yang penting dalam mengangkat produksi. Sebetulnya kalau dikendalikan dengan baik ditambah lagi mendapat dukungan dengan sumber daya alam yang melimpah karena itu Indonesia tidak usah kembali import pangam bahkan juga justru dapat swasembada sampai export.