Kawanan Begal Bersenjata Tajam Kian Marak Teror Warga Bandung

Kawanan Begal Bersenjata Tajam Kian Marak Teror Warga Bandung – ” Kunaon di dieu, Anjing (Ngapain disini, Anjing)? ” Kristoforus Jedikson, 23 tahun, tersentak. Baru-baru ini dia turunkan baku sepeda motor Honda Supra-X yg dia kendarai di dekat tukang nasi goreng di Jalan Jakarta, Bandung, Jawa Barat, dua pemuda berboncengan sepeda motor tak diduga hampiri serta ajukan pertanyaan dengan suara kasar. Irwan Setiawan, 25 tahun, yg membonceng Kristoforus, lantas menjawab dengan penuh emosi. ” Pengin beli nasi goreng. Mengapa kamu? “

Gak ciut nyali, pemuda misterius yg duduk di sadel belakang turun serta menodongkan pistol ke muka Kristoforus. Irwan mengusahakan mengambil pistol itu. Tetapi, dari arah belakang, muncul lagi dua pengendara sepeda motor serta langsung memukulkan pistol ke kepala Irwan. ” Heh, kamu! Saya tembak, saya tembak! ” mereka menggertak.

Ditengah situasi mencekam itu, Kristoforus memajukan badan si begal sampai terjatuh serta lari sekuat tenaga. Irwan ikuti di belakang dengan darah fresh bercucuran dari pelipisnya. Persekutuan begal itu lantas tetap kejar serta menembakkan pistol menuju trotoar.

” Kami tetap dikejar. Saya lari ke Jalan Anyer, langsung teriak, serta mereka sudahlah tidak ngejar lagi. Si Irwan di belakang saya juga teriak sembari memegangi tangan yg banyak darah, ” Kristoforus ceritakan kembali moment pembegalan yg dirasakannya waktu malam Idul Adha, 22 Agustus 2018, itu, Rabu, 5 September.

Menurut Kristoforus, pembegalan itu berjalan sangat kencang. Jalan Jakarta pada waktu 02. 00 WIB sangat sepi. Kedua-duanya nekat ke luar sebab tergerak perasaan lapar disaat menunggui hewan kurban punya penduduk.

Untung, nyawa kedua-duanya selamat. Dan sepeda motor punya papa Kristoforus digondol persekutuan begal. ” Irwan pernah dirawat jalan di Rumah Sakit Bungsu. Soalnya, sesuai tempo hari lapor, langsung sama polisi juga divisum, ” pungkasnya.

Sepanjang dua bulan ini, Agustus-September, satu per satu penduduk Kota Bandung berjatuhan berubah menjadi korban kebengisan begal. Begal, yg dikelompokkan jadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau kejahatan jalanan, makin meriah di kota berjulukan Kota Kembang itu. Korbannya mal sampai nyawa.