Hasil Panen Salak Dimanfaatkan Warga Jombang Sebagai Ladang Bisnis

Hasil Panen Salak Dimanfaatkan Warga Jombang Sebagai Ladang Bisnis – Hasil panen buah salak yang melimpah digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga di Desa Jatirejo, Diwek, Jombang menjadi ladang usaha. Mereka memproses buah salak yang tidak terjual jadi minuman sari buah.

Ide hadir saat Hari Raya Idul Fitri datang. Ibu-ibu cemas karena ingin membuat minuman yang ciri khas untuk beberapa tamu.

Dengan kebetulan, waktu panen raya datang, harga salak di salah satunya kampung penghasil salak ini anjlok sampai Rp 5 ribu/kg. Salak-salak yang tidak terjual lalu di proses jadi minuman sari buah.

“Dengan kami olah jadi sari buah, harga nya tambah lebih tinggi dibanding salak di jual berbentuk buah,” kata Lutfiyah Widyastuti, salah seseorang anggota PKK Desa Jatirejo

Dengan modal awal hasil dari patungan sebesar Rp 5 juta, ibu-ibu rumah tangga di Jatirejo ini mengawali produksi mereka.

Proses pembuatan minuman sari buah diawali dengan membersihkan serta mengupas buah-buah salak fresh lantas merebusnya.

Air rebusan buah salak itu lantas digabung dengan gula pasir menjadi pemanis. Sesudah digabung dengan rempah-rempah menjadi penyedap, sari buah salak ini kembali di rebus sampai masak.

Sari buah salak itu lalu disaring agar bersih. Baru lalu dikemas memakai cup serta botol plastik. Produk minuman mudah ini lalu dikasih merk Salacca.

“Satu minggu kami 2x produksi, sekali produksi kami bikin 28 kardus. Setiap kardus berisi 32 cup, harga nya Rp 27 ribu per kardusnya,” jelas Lutfiyah.

Lutfiyah memberikan, pemasaran Salacca juga masih tetap di seputaran lokasi Jombang. “Jika ke luar kota cuma melayani pesanan sanak saudara, contohnya ke Palembang, Lumajang, Jakarta,” katanya.

Sesudah seputar satu tahun berjalan, baru mereka rasakan untungnya. Diprediksikan omzet mereka dalam satu bulan sampai Rp 6 juta.

Walau demikian, Lutfiyah mengakui belum juga dapat meningkatkan usaha ini karena kesusahan supply modal. Diluar itu, jangkauan pemasarannya juga belumlah sangat luas.

“Sampai kini kami cuma memutar modal awal Rp 5 juta, harapannya dapat bisa penambahan modal,” tutupnya.