Dahnil Anzar Simanjuntak Bakal Didatangkan Menjadi Saksi Sidang Perkara Hoaks Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Dahnil Anzar Simanjuntak Bakal Didatangkan Menjadi Saksi Sidang Perkara Hoaks Penganiayaan Ratna Sarumpaet – Koordinator jubir Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, bakal didatangkan menjadi saksi sidang perkara hoaks penganiayaan dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Ratna mengharap Dahnil berikan kesaksian yg jujur.

“Saya pula tidak tahu itu ya. Saya tidak tahu arahnya ke manakah. Setahu saya yg disangkakan apa, yg dibicarakan apa. Jadi saya sich diam saja, ikuti saja sampai penat,” kata Ratna Sarumpaet sembari ketawa di Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Akan tetapi, menurut Ratna, kasusnya ada kaitanya dengan keadaan politik sekarang. “Ya saya tahu kok ini (bab) politik. Saya tidak sebodoh itu juga. Jadi sabar saja, ikuti saja ya,” kata Ratna.

Sidang kelanjutan ini bakal berjalan waktu 09.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ratna udah keluar dari Rutan Polda Metro waktu 08.20 WIB. Ratna tak didampingi oleh anggota keluarganya waktu keluar dari Rutan Polda Metro. Ratna cuma dikawal petugas dari PN Jaksel serta anggota kepolisan.

Ratna mengharap persidangan ini hari berjalan dengan baik. Dia pula sangat percaya bila info yg bakal dikatakan Dahnil sesuai sama fakta-fakta. “Oh ya, Pak Dahnil ngapain ia (bohong). Moga-moga baik-baik saja ya,” papar Ratna.

Ini hari ada empat orang saksi yg didatangkan dalam persidangan itu. “Ide yg bakal dicheck Dahnil Anzhar, Deden (ditahan di LP), Chairullah serta Harjono,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Daroe, waktu dihubungi detikcom, Kamis (11/4/2019).

Mengenai dari ke-4 saksi itu, dua salah satunya adalah pendemo adalah Chairullah serta Harjono. Kedua-duanya adalah pendemo yg seharusnya didatangkan pada persidangan awal kalinya.

Ratna udah didakwa bikin kerusuhan dengan memberikan berita hoaks penganiayaan. Ratna dimaksud menyengaja bikin keonaran melalui narasi serta foto-foto muka yg lebam serta abuh yg dimaksud penganiayaan.

Gara-gara serangkaian kebohongan Ratna Sarumpaet, menurut jaksa, orang jadi gaduh. Muncul pula beberapa unjuk perasaan lantaran perkara hoaks Ratna. Ratna didakwa melanggar Klausal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1946 terkait Ketetapan Hukum Pidana.