Banjir dan Longsor Terjadi di 40 Desa yang Tersebar di 10 Kecamatan di Trenggalek

Banjir dan Longsor Terjadi di 40 Desa yang Tersebar di 10 Kecamatan di Trenggalek – Banjir serta longsor berlangsung di 40 desa yang menyebar di 10 kecamatan di Trenggalek. Banjir sangat kronis menempa tiga kecamatan dengan rata-rata ketinggian sampai 50 cm sampai 1,5 mtr..

Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menjelaskan, 10 kecamatan yang terdampak musibah yaitu Trenggalek, Pogalan, Suruh, Tugu, Karangan, Panggul, Bendungan, Dongko, Pule serta Durenan.

“Jika desanya untuk sesaat ada 40 desa, di satu desa itu ada yang terserang dua musibah sekaligus juga, longsor serta banjir. Sekarang ini proses pendataan masih tetap selalu berjalan,” kata Nur Arifin, Kamis (7/3/2019).

Menurut data dari Pusat Pengendalian serta Operasi (Pusdalops) BPBD Trenggalek, ada 24 desa yang terdampak banjir serta menyebar di tujuh kecamatan. Yaitu Trenggalek, Pogalan, Tugu, Karangan, Suruh, Panggul serta Kecamatan Durenan.

Efek musibah banjir terparah di Kecamatan Trenggalek, Pogalan serta Kecamatan Panggul. Dengan rata-rata ketinggian air sampai 50 sentimeter sampai 1,5 mtr..

“Sedang musibah tanah longsor menerjang 20 desa yang menyebar di Kecamatan Trenggalek, Suruh, Panggul, Tugu, Dongko, Bendungan serta Kecamatan Pule,” kata Kabid Mencegah, Kesiapsiagaan serta Kedaruratan BPBD Trenggalek, Agung Widodo.

Efek tanah longsor beragam, dari mulai rumah rusak sampai ambrolnya akses jalan penting antar kabupaten. Lokasi terdampak longsor sangat kronis ada di Kecamatan Pule, Suruh serta Kecamatan Dongko.

“Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama dengan deretan berkaitan serta masyarakat turun ke titik-titik musibah untuk menolong proses pembersihan serta evakuasi,” ujarnya.