18 Ikan Aligator Dimusnahkan Dan 2 Lainnya Dipamerkan di Ciamis

18 Ikan Aligator Dimusnahkan Dan 2 Lainnya Dipamerkan di Ciamis – Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Kwalitas (SKIPM) Cirebon selanjutnya membinasakan 18 ekor dari 20 ikan aligator hasil sitaan dari orang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Bekas dua ekor aligator yang lain sekarang ini dipamerkan di acara Festival Ikan yang berjalan di Kabupaten Ciamis.

” Ikan aligator hasil penyerahan orang Pangandaran udah kami musnahkan hari ini di kantor, ” kata Kepala SKIPM Cirebon Obing, Rabu (8/8/2018).

Pemusnahan memiliki tujuan mendesak populasi ikan beresiko itu. Karena jika dilewatkan dirawat, sambung Obing, di khawatirkan terlepas ke perairan Indonesia terus mengakibatkan kerusakan ekosistem serta populasi ikan lokal.

Dia menuturkan type ikan buaya itu asal habitatnya dari Sungai Amazon, Brazil. ” Ikan aligator ini akan begitu mengganggu. Ikan lokal akan habis dimangsa serta akan mengakibatkan kerusakan ekosistem lingkungan, ” kata Obing.

Sekitar 20 ekor aligator terkumpul serta ditampung di posko penyerahan ikan beresiko invasif di Kantor Dinas Kelautan, Perikanan serta Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran. Ikan buaya ini peliharaan penduduk yang diserahkan dengan suka-rela mulai sejak 1 Juli hingga sampai 31 Juli 2018.

Sekitar 18 ekor telah dihancurkan, dan bekas dua ekor aligator yang lain sekarang ini dipamerkan di acara Festival Ikan yang berjalan di Kabupaten Ciamis.

Berdasar pada UU 31/2004, UU 45/2009 serta Permen Kelautan serta Perikanan 41/2014, penduduk yang pelihara ikan beresiko serta invasif terancam hukuman pidana. Sehabis tgl 31 Juli diketemukan tetap ada orang yang ditemui pelihara ikan beresiko serta invasif, akan ditindak tegas. Diolah hukum dengan ancaman 6 tahun penjara serta denda Rp 1, 5 miliar untuk pemeliharaan, serta jika ada yang menyengaja melepas ke alam akan diganjar pidana 10 tahun penjara serta denda Rp 2 miliar.